Selasa, 08 Maret 2011

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Pengertian penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenilcmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya.

Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.
Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya. Antara lain, ayat 40 surat Al Ankahut menya¬takan : "masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qorun, dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum Nuh. Dengan siksaan-siksaan itu, Allah tidak akan menganiaya mereka, namun mereka jualah yang
menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya.
Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media massa. Bahkan kadang-kadang ditulis di halaman pertama dengan judul huruf besar, dan kadang-kadang disertai gambar si korban.

Siksaan yang sifatnya psikis
  1. Kebimbangan = dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
  2. Kesepian = dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walawpun ia dalam lingkungan orang ramai.
  3. Ketakutan = merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.

Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang hams diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.

Gejala-gejala Kekalutan Mental
Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.

Tahap-tahap Gangguan Kejiwaan
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya. Usaha mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara benahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan. kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.

Sebab-sebab Timbulnya Kekalutan Mental
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
  1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma; hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kaedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
  2. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga is tidak dapat menyesuaikan diri lagi; misalnya orang pedesaan yang berat menyesuaikan diri dengan kehidupan kota, orang tea yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dan masa jayanya dulu.
  3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan realcsi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial; over acting sebagai overcompensatie.
 Proses-proses Kekalutan Mental
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh sesorang dapat mendorongnya ke arah berikut ini :
  1. Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang akan dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup. Misalnya, melakukan shalat Tahajud bagi umat Islam waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, atau melakuka kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan (Dalam pepatah dikatakan; Hendaknya jatuh tupai janganlah sampai jatuh tapai!).
  2. Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustrasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustrasi yang dialami orang dewasa antara lain sebagai berikut :
a)      Agresi, serangan berupa kemarahan yang meluap akibat emosi yang tidak terkendalikan. Secara fisik berakibat mudah terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi), atau melakukan tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
b)      Regresi, kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanakan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit, menangis sampai meraung-raung dan merusak barang-barang.
c)      Fiksasi, peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri dan membentur-benturkan kepala pada benda keras.
d)     Proyeksi, usaha mendapatkan, melemparkan atau memproyeksikan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain. Kata pepatah : awak yang tidak pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkat.
e)      Indentifikasi, menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasi, misalnya dalam kecantikan, yang bersangkutan menyamakan dirinya dengan bintang film, atau dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.
f)       Narsisme, self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
g)      Autisme, gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak ingin berkomunikasi dengan orang luar, dan merasa tidak puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus pada sifat yang sinting.

Oleh karena itu, penderita kekalutan mental lebih banyak terdapat dalam lingkungan :
  1. Kota-kota besar banyak memberikan tantangan-tantangan hidup yang berat, sehingga orang merasa dikejar-kejar dalam memenuhi keperluan hidupnya. Akibatnya, sebagian orang tidak mau tahu penderitaan orang lain, timbullah egoisme yang merupakan salah satu ciri masyarakat kota.
  2. Anak-anak usia muda tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau diidam-idamkan, karena tidak berimbanganya kemampuan dengan tujuannya, dan karena belum berpengalaman. Orang-orang usia tua pun sering mengalami penderitaan dalam kenyataan hidupnya, akibat norma lama yang dipegangnya secara teguh sudah tidak sesuai dengan norma baru yang tengah berlaku.
  3. Wanita umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah dan memendamnya di dalam hati (introver). Namun, sulit mengeluarkan perasaannya tersebut, sementara mereka memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah. Hal ini mengakibatkan mereka banyak memendam masalah dalam hati, sehingga tidaklah mengherankan kalau kaum wanita banyak yang menjadi penderita psikosomatik (penyakit akibat gangguan kejiwaan) dari pada kaum pria.
  4. Orang-orang yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi sehingga sikap pasrah pada umumnya tidak dikenalnya. Dalam keadaan yang sulit, orang seperti ini mudah sekali megalami penderitaan, diperkirakan bahwa jumlah penderita golongan ini mencapai 40 %.

Orang yang terlalu mengejar materi, seperti pedagang dan pengusaha, selalu memiliki sifat ‘gigiah’ dalam memperoleh tujuan kegiatanya, yaitu mencari untung sebanyak mungkin. Mereka adalah kaum materialis dan biasanya mengabaikan masalah spiritual yang justeru membuat seseorang pasrah pada saat-saat tertentu. Cara-cara untuk menghindarkan diri dari frustrasi antara lain adalah sebagai berikut :
a)      Seseorang harus memelihara kesehatan jiwa (mental health) yang memiliki ciri-ciri seperti memelihara tujuan hidup, bergairah namun tetap serta harmonis, ada keseimbangan antara kemampuan dan tujuan, memiliki integrasi dan regularisasi tehadap struktur kepribadian, dan efisien dalam tindakan-tindakannya.
b)      Melatih berpikir dan berbuat wajar tanpa menggunakan defence mechanism atau escape mechanism yang negatif. Artinya hanya bersifat pertahanan mundur yang pada suatu saat akan mengakibatkan seseorang terpojok sendiri. Untuk menghindari hal tersebut, salah satu cara yang baik adalah dengan melakukan positive thinking, yaitu suatu cara untuk memecahkan persoalan dengan berpikir jauh ke depan (futuristis).
c)      Berani mengatasi kesulitan sebagai respons terhadap challenge (tantangan) yang dihadapi agar dirinya survive dalam kehidupan. Keberhasilan seseorang dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi akan membuat dirinya menjadi puas.
d)     Berkomunikasi dengan orang lain, terutama dengan para ahli (Psikiater). Lebih dari itu adalah menghilangkan himpitan perasaan untuk memperoleh petunjuk dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi, selain dengan para ahli, cara mengatasi persoalan juga dapat dilakukan dengan berkomunikasi dengan kawan akrab. Kawan akrab dapat diajak bertukar pikiran, sehingga bisa membantu dalam meringankan suatu masalah, misalnya frustrasi. Dalam banyak hal, kawan akrab selalu menampung segala rasa, terutama rasa yang tidak menyenangkan, misalnya penderitaan. Bahkan, pada saat yang diperlukan dapat juga memberikan nasihat yang dibutuhkan.

Studi kasus :

Manusia di dunia ini tak pernah lepas dari kata penderitaan yang mendatanginya. Tak ada seseorang didunia ini sekalipun yang tidak pernah mengalami penderitaan, mereka pasti pernah merasakan penderitaan dengan berbagai alasan yang mereka miliki dan ini akan menjadi beban bagi yang mengalaminya. Penderitaan tidak selalu bersifat fisik, namun ada juga yang bersifat psikis. Banyak sekali orang-orang yang mengalami penderitaan namun wanita dan anak-anaklah yang sering mengalaminya. Mereka menjadi korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab terhadap mereka. Sebagai contoh, dalam sebuah keluarga dimana keluarga tersebut kurang harmonis, disini biasanya sang suami mengambil tindakan fisik kepada sang istri dan anaknya. Atau sang istri balik memarihi atau meluapkan kepada anaknya. Atau anak akan mengalami beban mental akibat apa yang mereka lihat dan dengar dari orang tuanya.

Bahkan saat ini, banyak sekali anak-anak yang di paksa oleh orang lain atau bahkan oleh orang tuanya sendiri untuk melakukan suatu hal yang belum tentu anak tersebut iklas melakukannya. Hal semacam ini bisa menyebabkan trauma dan ketakutan pada seorang anak yang berkelanjutan. Ada juga anak yang di paksa untuk menjadi pengamen jalanan oleh seseorang dan uang hasil mengamen itu di minta begitu saja.
Jadi, beberapa contoh diatas dapat dijadikan pelajaran untuk kita, agar kita bisa lebih dalam hal menghargai seseorang, menghargai hak-hak orang lain. Jangan sampai kita menyebabkan penderitaan kepada orang lain, atau kita yang mengalami penderitaan karena orang lain. Semua tergantung diri sendiri dalam mengatasi masalah yang ada, jangan sampai masalah tersebut menjadi penderitaan dan beban untuk kita.

Sumber : www.elearning.gunadarma.ac.id

Selasa, 01 Maret 2011

MANUSIA DAN CINTA KASIH

PENGERTIAN CINTA KASIH
Menurut kamus umum bahasa indonesia karya W.J.S.Poerwadarmainta,cinta adalah rasa sangat suka ( kepada) atau (rasa) sayang (kepada),ataupun(rasa) sangat kasih atau sanagat tertarik hatinya.sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.karena itu cinta dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan,pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegangan tegus pada syariat-Nya.

UNSUR TENTANG CINTA
Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam memberi ialah hal-hal yang bersifat manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan.
  1. Pengasuhan
Contohnya, cinta seorang ibu pada anaknya; bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya sepenuh hati.
  1. Tanggung Jawab
Dalam arti benar adalah tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukan penyelenggaraan atas hubungan fisik.
  1. Perhatian
Yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya.
  1. Pengenalan
Keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.dengan ke empat unsur tersebut,yaitu pengasuhan,tanggung jawab,perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat di bina dengan lebih baik.

Pengertian tentang cinta di kemukakan juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakan bahwa cinta memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, kemesraan.
  1. Keterikatan
Adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dia.
  1. Keintiman
Adanya kebiassan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia susah tidak ada jarak lagi.
  1. Kemsraan
Adanya rasa ingin membelai atau di belai. Rasa kangen kalau jauh atau lam tidak bertamu. Adanya ucapan- ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.

TINGKATAN CINTA

Didalam kitab suci Alqur’an ditemukan fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia.cinta memiliki tiga tingkatan.yaitu tinggi,menengah,dan rendah.
  1. Tingkat Tinggi
Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah SWT,Rasulullah dan Berjihad dijalan Allah.
  1. Tingkat Menengah
Cinta tingkat menengah yaitu cinta kepada orang tua,anak saudara,istri/suami,dan kerabat
  1. Tingkat Terendah
    Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.
Bagi setiap orang yang bertakwa,sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah kepada tuhannya, Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah adalah merupakan cinta yang tidak ada duanya.
BENTUK CINTA
Dalam kehidupan manusia cinta menampakan diri dalam berbagai bentukterkadang orang mencintai dirinya sendiri ataupun orang lain,atau juga istri dan anaknya,hartanya,atau Allah dan Rasulnya.dalam Alqur’an kita dapat melihat berbagai bentuk cinta.
  • Cinta pada diri sendiri
Cinta pada diri sendiri adalah cinta yang sangat erat dengan dorongan menjaga diri sendiri,senang untuk bertahan hidup,mengembangkan potensi dirinya,dan mengaktualitaskan dirinya.dia mencintai apapun yang baik yang datang pada dirinya.dan sebaliknya dia akan benci apapun yang menghalangi dirinya untuk tetap hidup,berkembang dan beraktualita.
  • Cinta kepada sesama manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharminosan dengan manusia lainnya,tidak boleh tidak ia harus membatasi cintannya pada diri sendiri dan egoismenya.pun hendaknya ia mennyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang lainnya.
  • Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorong seksual.sebab ia yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang,keserasian,dan kerjasama antara suami dan istri.
Faktor primer bagi kelangsungan hidup keluarga :
dan diantara tanda tanda kekuasaannya ialah dia menciptakan untikmu istri istri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya diantaramu rasa kasih dan sayang,sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda tanda bagi yang berfikir.QS,Ar-Rum,30:21)
  • Cinta kepada Tuhan
Puncak cinta manusia,yang paling bening,jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduanya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja. Tetapi dalam semua tindakan dan tingkah lakunya.semua tingkah laku dan tindakannya di tujukan kepada Allah,mengharapkan penerimaan dan ridhanya:
“katakanlah:”jika kamu(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.Allah naha pengampun lagi maha penyayang”(QS, Ali Imran,3:31)

KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. 
 
KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara .cinta yang berkelanjutan menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menibulkan daya kretivitas manusia.Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. 
 
PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhananya yang di wujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

BELAS KASIH
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia kepada tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada bapak ibu dan saudara, dan ketiga cinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita. Beda dengan cinta Amor/eros ialah cinta eros karena kodrat sebagai laki-laki dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinanar.Cinta sesama ini di berikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita,cinta kepada tuhan .jadi kata belas kasihan atau ramah berarti bersimpal kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain.Cara-cara menumpahkan belas kasihan dalam kehidupan banyakn sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita munumpahkan belas kasih.yang perlu kita kasihani antara lain:yatim piatu, orang-orang jompo, pengemis, dan orang cacat.

STUDY KASUS

Cinta itu tinggi, itu suci itu bersih...” dalam salah satu lagu SLANK, jadi yang namanya cinta itu seperti sesuatu yang bersifat sakral. Cinta dapat membuat seseorang melakukan segala hal untuknya. Dari hal yang bersifat positif sampai hal yang bersifat negatif. Tapi banyak orang yang salah mengartikan cinta, cinta yang seharusnya diberikan dengan rasa ikhlas, kasih sayang, namun banyak yang mencari cinta untuk maksud dan tujuan yang berbeda.
Ketika memberikan sebuah defenisi akan cinta, akan lahir beberapa defenisi yang tentu saja akan berbeda dari segi substansi atau hakikat cinta itu. Hal ini dikarenakan sudut pandang yang berbeda pula. Semakin tinggi tingkat pemahaman terhadap suatu norma atau prilaku, akan semakin kompleks penjabaran defenisi itu.
Pemberian pemaknaan akan cinta akan senasib dengan pemberian defenisi tadi. Defenisi yang akan mengantarkan pada suatu substansi kadang dikaburkan oleh ego bahkan nafsu seseorang. Pemaknaan yang salah sebagai sebuah aktualisasi dari cinta seperti pacaran akan mengantarkan pada suatu upaya untuk mendeskreditkan cinta yang luhur sebagai fitrah kemanusiaan. Disamping itu, pemaknaan akan cinta dengan rasa suka harus berani dibedakan. Cinta adalah fitrah yang sifatnya abstrak sehingga perwujudannya berada dalam area metafisik (inmaterial). Sedangkan rasa suka, adalah wujud rasa ketertarikan kepada hal yang bersifat materi.

SUMBER: SERI DIKTAT KULIAH M K U D ILMU BUDAYA DASAR WIDYO NUGROHO GUNADARMA

Selasa, 22 Februari 2011

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Hakekat Manusia
Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu. Tuhan menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini.
Manusia diturunkan ke bumi oleh Tuhan agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi. 


Kepribadian Bangsa Timur

Orang-orang timur mempunyai manner yang khas yang membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa timur sangat terkenal dengan keramahtamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam, tersenyum atau berbasa basi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa timur juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma norma yang tumbuh di lingkungan masyarakat mereka.
Contohnya saja nilai kesopanan. Di beberapa negara di Asia ada cara dimana kita harus menundukkan/membungkukkan badan 90 derajat pada orang yang lebih tua atau mempunyai kedudukan yang lebih tinggi secara finansial maupun pendidikannya untuk menunjukkan rasa hormat kita. Kepribadian bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun berpakaian. Orang-orang timur juga sangat mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan yang bersifat pribadi.

Bangsa lain juga sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis, dan saling menghargai serta tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih. Selain itu bangsa timur sangat menjaga tali silaturahmi atau kekeluargaan antar sesama. Bangsa timur juga terkenal mempunyai pribadi sebagai bangsa pekerja keras, mereka akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan individu mereka atau kebutuhan kelompok. Tingkat keagamaan atau religiusitas mereka juga tinggi, terlihat dari seringnya mereka melakukan ibadah. kepercayaan bangsa timur terhadap nenek moyang mereka juga masih kental hingga saat ini. bangsa timur juga terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan bangsanya. Kebudayaan itulah yang mereka jadikan sebagai panutan mereka dalam berperilaku.

Bagan Psikososiogram Manusia
Berikut ini merupakan contoh dari bagan Psiko-Sosiogram manusia:
diambil dari buku “Mentalitas dan Pembangunan”

 

Nomor 7 dan 6 disebut sebagai daerah tak sadar dan sub sadar. Tak sadar karena memang sudah tertanam jauh di dalam diri manusia dan tak mampu disadari bahkan oleh manusia itu sendiri. Sub sadar karena sewaktu – waktu unsur – unsur yang sudah tertanam bisa meledak keluar lagi dan mengganggu kebiasaan sehari – hari.


Nomor 5 disebut kesadaran yang tidak dinyatakan. Maksudnya pikiran – pikiran dan gagasan yang ada disimpan sendiri oleh manusia tersebut dan tidak ada seorang lain pun yang dapat mengetahuinya.

Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan. kebalikan dari nomor 5, ini berarti manusia mengungkapkan kepada orang lain apa yang ada di pikirannya seperti perasaan, pengetahuan dan sebagainya.


Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib. Di sini manusia memiliki seseorang atau sesuatu yang dianggap bisa menjadi curahan hati dan tempat untuk meminta bantuan. Tidak selalu manusia yang lain juga melainkan benda, atau makhluk hidup lain pun bisa berada pada lingkaran ini.



Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna. Bisa dianalogikan hubungan antara murid dengan guru, pedagang dan pembeli.



Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh yang berarti pikiran dan gagasan manusia tentang berbagai macam hal.



Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar yang berarti tentang pendapat dan pikiran seseorang tentang dunia atau daerah yang belum pernah dikunjungi atau dijumpai.



Definisi Kebudayaan


Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli:

1. Edward B. Taylor

Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.


2. M. Jacobs dan B.J. Stern

Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.


3. Koentjaraningrat

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.


4. Dr. K. Kupper

Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.


5. William H. Haviland

Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.


6. Ki Hajar Dewantara

Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.


Kesimpulan

Dari berbagai definisi di atas, dapat diperoleh kesimpulan mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social, religi seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


Unsur Kebudayaan Universal

C. Kluckhohn dalam karyanya Universals Categories of Culture memaparkan ada tujuh unsur kebudayaan yang dianggap cultural universals, yaitu sebagai berikut:


1. Sistem kepercayaan (sistem religi).

Setiap masyarakat memiliki keyakinan terhadap hal-hal bersifat religi, bahkan pada masyarakat atheis (tidak percaya adanya Tuhan) sekali pun.


2. Sistem pengetahuan.

Setiap masyarakat mempunyai sistem pengetahuan yang mungkin berbeda-beda pada setiap masyarakatnya.


3. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia.

Setiap masyarakat juga memiliki pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, alat-alat produksi, senjata, dan sebagainya.


4. Mata pencaharian dan sistem-sistem ekonomi.

Dalam masyarakat selalu ada mata pencaharian atau sistem ekonomi, seperti pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya.


5. Sistem kemasyarakatan.

Setiap masyarakat biasanya memiliki kemasyarakatan, di antaranya, sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, dan sistem perkawinan.


6. Bahasa, baik lisan maupun tulisan.

Masyarakat mana yang tidak memiliki bahasa? Tentunya tidak ada masyarakat yang tidak memiliki bahasa, baik bahasa lisan maupun tulisan.


7. Kesenian, baik seni rupa, seni suara, maupun seni lainnya.

Setiap masyarakat mempunyai berbagai macam seni yang tentunya berbeda dengan masyarakat lainnya.


Tiga Wujud Kebudayaan Munurut Dimensi Wujudnya

3 Wujud Kebudayaan menurut Dimensi :


Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga:

o Gagasan (Wujud ideal)

Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

o Aktivitas (tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.


o Artefak (karya)

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.


Study Kasus

Jika kita lihat hubungan antara manusia dengan budaya, saling memiliki keterikatan yang kuat. Dimana budaya itu tumbuh dari apa yang biasa kita lakukan ditempat tinggal kita, dengan kata lain disetiap tempat atau daerah di belahan dunia ini memiliki keanekaragaman budaya. Contohnya, disetiap rumah pasti memiliki aturan (kebiasaan) yang sering mereka lakukkan dan kebiasaan tersebut mereka lakukan terus menerus dalan jangka waktu yang lama. Ada pula konsekuensinya jika kebiasaan tersebut mereka langgar tergantung dari berat atau tidaknya kesalahan yang mereka lakukan. Sama halnya dengan kebudayaan yang dimiliki setiap daerah, merekapun pasti memiliki caranya sendiri untuk melestarikan budaya tersebut dan ada pula konsekuensinya.

Namun jika kita lihat pada generasi sekarang, banyak masyarakat yang lupa atau “tidak mempedulikan” lagi tentang kebudayaan yang mereka miliki. Padahal banyak sekali nilai-nilai yang terkandung dari kebudayaan tersebut, contohnya nilai religi, sosial, dan saling menghargai. Bahkan generasi muda sekarang lebih menyukai atau mengagumi kebudayaan dari negeri lain dibandingkan kebudayaan yang mereka miliki sejak meraka baru dilahirkan. Sebagai contoh, sebagian remaja lebih menyukai dan mengagumi kebudayaan dari Jepang, karena menurut mereka kebudayaan dari sana tergolong unik. Tidak salah jika kita mengagumi atau menyukai kebudayaan dari negeri lain, tapi kita pun jangan sampai lupa tentang kebudayaan asli yang kita miliki.


Opini

Kita semua pasti memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, sikap saling menghargai terhadap kebudayaan tersebut yang harus kita junjung tinggi dalam berinteraksi. Dan jika kita mengagumi kebudayaan yang dimiliki oleh tempat lain, itu hal yang wajar karena kita tertarik untuk mempelajari kebudayaan mereka lebih dalam. Namun jangan sampai kita melupakan kebudayaan asli yang kita miliki.

http://www.anneahira.com/unsur-unsur-kebudayaan.htm
http://noviadevina.blogspot.com/2011/02/3-wujud-kebudayaan-menurut-dimensinya.html