Selasa, 17 Juni 2014

MACAM-MACAM GENRE DJ



Suatu lagu dj itu pasti banyak macam genre yang ada di dalamnya, yang biasa kita kenal saat ini hanyalah Techno,Club,dan lain-lain. Tapi di dunia ada beberapa macam genre dj yang kita kurang kenal tapi tanpa kita sadari kita pernah mendengar lagu tersebut.


Berikut adalah contoh dari beberapa genre dj yang ada di dunia ini: 

1. Techno
Genre musik yang satu pasti banyak di kenal di kalangan masyarakat sekarang, kenapa? karena genre ini yang paling sering di putar di club malam ataupun konser. Dan para artis dunia biasanya memakai genre ini sebagai genre musik mereka, contoh artis yang memakai genre ini:
  1. Tiesto
  2. Owl City
  3. Britney Spears
  4. Kaskade
  5. The Japanese Popstar
  6. Armin Van Buuren
2. Electronic
Electronic tidak jauh beda dengan Techno cuman hanya namanya saja yang berbeda. Setiap lagu electronic pasti mereka memakai efek yang sangat kental tapi ada genre dj yang efeknya lebih dimainkan yaitu Dubstep. Tapi dari segi permainan electronic lebih mampu membuat orang bergoyang mengikuti irama lagu tersebut, contoh artis yang memakai genre ini 
  1. Daft Punk
  2. Tiesto
  3. Calvin Harris
  4. Dev
  5. David Guetta
  6. Cobra Starship
  7. All Out
3. Dubstep










Kalo kalian mendengar lagu-lagu artis sekarang pasti kalian akan kaget 'kok lagunya gini banget?' atau apalah gitu. Yup, genre yang mereka pilih adalah Dubstep, Dubstep itu merukan genre dj yang baru-baru terdengar ke publik tapi sudah lama ada di genre dj. Dubstep itu adalah aliran yang memakai efek sangat kuat dan banyak sekali suara Drum & Bass yang di masukin ke dubstep, contoh artis dubstep:
  1. Deadmau5
  2. Borgore
  3. Pendulum 
  4. Big Chocolate
  5. skrillex
4. Drum & Bass
Drum & Bass juga sering sekali di pakai artis jaman sekarang, ternyata Drum & Bass itu sama seperti Dubstep tapi hanya penamaan saja yang berbeda. Kalau kalian jeli mendengar Dusbtep pasti kalian akan merasa aneh tapi kalau kalian mendengar Drum & Bass kalian akan merasakan yang berbeda di lagu tersebut karena ada unsur drum dan bass yang di masukkan, contoh artis yang memakai Drum & Bass:
  1. Nero
  2. Pendulum
  3. Borgore
  4. Bassnectar
  5. Skrillex
  6. Katy B
  7. Big Chocolate
  8. The Qemists
  9. DJ Fresh
  10. Iwrestledabearonce
  11. Magnetic Man
  12. Deadmau 5
5. Dance
Dance juga termasuk genre dj, kalau yang kita kenal saat ini salah satu dance yang paling terkenal yaitu Shuffle, mereka memakai genre ini agar orang bisa bergoyang mengikuti irama genre dance ini, ini contoh artis yang memakai genre dance:
  1. Panca Borneo
  2. Infected Mushroom
  3. Tiesto
  4. LMFAO
  5. Afrojack
  6. Calvin Harris
  7. Daft Punk
  8. Britney Spears
  9. Ricky Martin
  10. Swedish House Mafia
  11. DJ DRTO
  12. Vandalism
  13. Angger Dimas
  14. The Pussy Cat Dolls
  15. Edward Maya
Itulah ke-5 genre dj yang sering kita dengar, semoga menambah wawasan kalian....




DJ DUBSTEP

1. Skrillex


Sonny John Moore (lahir 15 Januari 1988), lebih dikenal dengan nama panggung Skrillex, adalah dubstep dj di Amerika. Dibesarkan di Northeast Los Angeles dan di California Utara. DJ favorit gua nih :D 











2. BL3ND

DJ BL3ND terkenal dengan simbol uniknya yaitu x_O. Simbol tersebut melambangkan seseorang yang sedang mengedipkan sebelah mata.Beliau punya kontribusi signifikan dalam dunia DJ di dunia. Beliau juga punya karakter unik yaitu memakai topeng 'CHUCKY'. Bahkan aransemen dan remix yang dibuat pun kerap kali memasukkan unsur suara-suara chucky.











3.Knife Party



Knife Party adalah dj bergenre electro house dan dubstep duo,anggotanya adalah Rob Swire dan Gareth McGrillen .









4. NERO



NERO adalah trio dj bergenre Drum & Bass, House, dan Dubstep yang berasal dari london, yang terdiri dari Daniel Stephens,Joseph Ray dan Alana Watson.Gua juga kurang tau tentang Dj ini ,tapi lagu lagunya juga enak kok





5. Excision



Jeff Abel,lebih dikenal dengan nama Excision
 berasal dari kelowna,canada .Dj ini bergenre dubstep,cuman itu aja yang gua tau tentang dj ini









ya sekian dari post ini ,kalo masih berantakan ya maklum masih blogger newbie,hehe ,jangan lupa komen dan follow ya!kalo mau liat yang lebih banyak lagi liat aja disini http://thedjlist.com/djs/genre/dubstep/ 


Read more: http://adlihabibillah.blogspot.com/2013/01/5-dj-dubstep-paling-terkenal.html#ixzz34saHxS43

DUBSTEP


Dubstep adalah genre musik dansa elektronik yang berasal dari London Tenggara, awalnya hanya menjadi salah satu tema bagi kalangan tertentu saat merayakan pesta.

Musik Dubstep mulai ramai dibicarakan pada 2001 di kalangan anak muda London, Inggris. Dubstep populer buat anak muda yang suka bereksperimen dengan musik garasi. Dengan makin maraknya musik-musik remix juga ikut membuat jenis musik ini tersebar luas.

Pakar dubstep di luar negeri boleh dibilang sangat banyak, seperti Skrillex, Deadmau5, Excition, Zomboy, Kill The Noise, Noisia, dan favorit saya Klaypex serta dubstepper lokal Mardial dan masih banyak lagi.

Musik dubstep makin sering didengar di radio, tercatat pada 2003 oleh Dj Jhon Peel yang memainkannya di BBC radio dan Dj Mary Anne Hobbs yang juga memperjuangkan dubstep sebagai salah satu genre musik.

Ciri mendasar dari musik dubstep adalah ritme yang tidak mengikuti hitungan 4/4 seperti yang digunakan oleh genre musik techno dan house. Bassline dalam dubstep juga cenderung lebih tebal.

Di Indonesia, sebenarnya sudah banyak acara dubstep yang dibuat, salah satunya acara rutin, yakni ‘24/7 Dubstep’ dan ‘Agriculture’.

Read more: http://adlihabibillah.blogspot.com/2013/01/sejarah-dubstep.html#ixzz34sZlUCRw

STREET ART

What is Street Art ?


Street Art adalah seni yang diterapkan pada public spaces, seperti dinding, pavement, jalan, pagar tembok, dsb. Street art biasanya memiliki bentuk ungkapan peduli terhadap masalah-masalah sosial, dan politik. Atau karya grafitti saja seperti; grafitti stensil, sticker art, wheat pasting, street poster art,  video projection, art intervention, guerrilla art, flash mobbing, dan street installations.

* GUERRILLA ART

   Guerrilla art adalah gerakan Street Art yang terjadi di New York dan Los Angeles sebagai evolusi dari graffiti. Sekarang Street Art sudah tersebar diseluruh dunia dan ada di negara-negara yang mengembangkan grafitti. Street Art bersifat lebih aktif, agresif, dan biasanya mengadaptasi tempat umum yang menjadi medianya. Street Art memiliki arti penting pada awal gerakan graffiti, sekarang guerrilla art sering disebut sebagai Post-Graffiti Art.

   Guerrila art berbeda dengan bentuk gambar lainnya, tidak ada batasan eksternal antara gambar dan lingkungan sekitarnya. Hasil dari guerrilla art berfokus pada efek dan sebab, bukan pada bentukan materinya. Membidik pada menciptakan efek dalam pikiran masyarakat yang hidup dilingkungan tersebut. Tidak harus fokus pada menghasilkan seni yang berarti.

Media Street Art

- Wheatpaste
   Adalah cairan adhesive yang digunakan sejak zaman dahulu untuk macam-macam seni rupa seperti papier-mache. Misalnya untuk membuat wallpaper pasta, kita gunakan tepung dan air, kemudian kita panasi sampai tebal dan keras. Wheatpaste juga digunakan untuk memasang graffiti pada dinding atau gedung. Pasta ini sangat mudah dibuat untuk pengganti adhesive yang sudah jadi.

- Stencil Graffiti
  Graffiti yang menggunakan kertas, cardboard, atau media lain untuk menciptakan gambar atau teks yang mudah direproduksi. Desain yang diinginkan dipotong dari media yang dipilih, kemudian gambar ditransfer ke permukaan dinding menggunakan spray paint (pylox) atau roll on paint. Terkadang beberapa lembar stencil digunakan pada 1 objek gambar untuk menambah warna atau menciptakan kedalaman ilusi.

- Sticker Art
  Sticker art adalah bentuk Street Art dimana pesan diterapkan pada stiker. Stiker art dapat dilihat di daerah yang ramai, karena dapat mempromosikan politik, komentar terhadap isu-isu, atau membuat avantgarde art campaign. Sticker Art populer dikalangan remaja. Terkadang stiker-stiker gratis dari bilik pemilihan, stiker retail, dan sebagainya digunakan oleh para artist untuk digambar, dilukis, menggunakan stensil atau apa pun. Sticker art termasuk dalam subkategori dari postmodern art.

Contoh Gambar Street Art 




































Graffiti by Neva Micheva in Sevilla, Spain (2004)


Contoh Gambar Stencil Art

















Stencil graffiti in Venice, Italy, 2005. In memory of Kursk submarine tragedy 



Contoh Gambar Sticker Art





































 

TYPOGRAPHY

 

Sebenarnya tipografi sendiri merupakan salah satu elemen dari dunia desain grafis yang unik, dimana tipografi bukan hanya sekedar elemen bacaan, tpi juga mempunyai unsur seni yang luar biasa.


Baiklah sekarang kita akan membahas tipografi dari arti, dan fungsinya . . .


Tipografi bisa juga dapat dikatakan sebagai “visual language” atau dapat berarti “Bahasa yang dapat dilihat”.


Tipografi dibagi kedalam 2 macam jenis, yaitu :
"Typography" (Tipografi) merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.


Seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama.


Tipografi atau typography menurut Roy Brewer (1971) dapat memiliki pengertian luas yang meliputi penataan dan pola halaman, atau setiap barang cetak. Atau dalam pengertian lebih sempit hanya meliputi pemilihan, penataan dan berbagai hal bertalian pengaturan baris-baris susun huruf (typeset), tidak termasuk ilustrasi dan unsur-unsur lain bukan susun huruf pada pada halaman cetak. 


Peran dari pada tipografi itu sendiri adalah untuk mengkomunikasikan ide atau informasi dari halaman tersebut ke pengamat.  Terkadang secara tidak sadar, kita selau berhubungan dengan tipografi setiap hari dan setiap saat. Seperti koran atau majalah yang kita baca, label pakaian yang biasa kita kenakan dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. 


Perkembangan tipografi saat ini sudah mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan (hand drawn) hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya. Berikut ini beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig, antara lain sbb :

1. Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.

2. Egyptian
Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.

3. Sans Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.

4. Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.

5. Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.



Berikut ini adalah contoh karya-karya Typography yang mungkin dapat menginspirasi :)


Typography
Oleh : alesfuck 

Prestige Typography
Oleh : bella elizabetta

TypoGraphy
Oleh : Philos Design

SUMBER: http://helliumworks.blogspot.com/2010/12/tipografi-arti-dan-fungsinya.html

PAPERCUTTING

Papercutting adalah seni memotong kertas desain” . “ Seni telah berkembang unik di seluruh dunia untuk mengadopsi dengan gaya budaya yang berbeda” . “ Kertas tertua memotong adalah lingkaran simetris dari abad ke-6 periode Enam Dinasti ditemukan di Xinjiang China” . “ Papercutting terus dipraktekkan selama Song dan Dinasti Tang sebagai bentuk populer seni dekoratif” . “ Dengan kedelapan atau kesembilan papercutting abad muncul di Asia Barat dan di Turki pada abad ke-16” . “ Dalam satu abad papercutting sedang dilakukan di sebagian besar Eropa tengah” . “ Jianzhi (adalah gaya tradisional papercutting di Cina” . “ Jianzhi telah dipraktekkan di Cina setidaknya sejak abad ke-6 Masehi Jianzhi memiliki beberapa manfaat yang berbeda dalam budaya Cina hampir semua yang untuk kesehatan kemakmuran atau tujuan dekoratif” . “ Merah adalah warna yang paling umum digunakan” . “ Jianzhi stek sering memiliki penekanan pada karakter Cina melambangkan binatang zodiak Cina” . “ Meskipun pemotong kertas populer di seluruh dunia hanya memotong kertas Cina terdaftar dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang pada tahun 2009” . “ Cina pemotongan kertas diakui dan terdaftar karena memiliki sejarah lebih dari 1500 tahun dan itu merupakan nilai-nilai budaya masyarakat di seluruh China” . “ Pemotong kertas modern telah berkembang menjadi industri komersial” . “ Papercutting tetap populer di Cina kontemporer terutama selama acara khusus seperti Tahun Baru Cina atau pernikahan” .

SUMBER: http://www.indokabana.com/motif/papercutting-adalah-seni-memotong-kertas-desain-bagaimana-kalau-di-kolaborasikan-dengan-batik/

CUKIL KAYU (XYLOGRAPHY)

Cukil kayu  ing: wood cut/ xilografi (xylography), adalah seni grafis paling awal yang telah lama  dilupakan, meskipun sebenarnya itu merupakan salah satu hazanah kebudayaan dunia. Teknik cukil kayu di China telah digunakan untuk mencetak gambar dan tulisan sejak abahttp/cukild ke-5. Sedangkan di Eropa teknik ini     berkembang pad tahun 1400an hingga hal serupa dimassalkan oleh Gutenberg.

Di Jepang cukil kayu yang dikenal sebagai Ukiyo-e, pernah mengalami kejayaan pada masa periode Edo (1600-1868 Masehi). Cetakan-cetakan tersebut berupa gambar fiksi yang banyak merekam kehidupan seputar dunia Geisha serta kebobrokan moral yang marak di jaman feodal Jepang saat itu. Dengan adanya Restorasi Meiji, sebagai respon atas tekanan Komodor Perry bersama Delegasi Amerika dalam Perjanjian Tanagawa (tahun 1854 M) untuk membuka pasar serta peradabannya. Maka, para interprenur barat kemudian memboyong tradisi seni Jepang ke dunia barat terutama ke Paris.

Setelah kedatangan mereka, produk-produk seni budaya termasuk tradisi cukil kayu membanjiri dunia barat terutama Paris yang menjadi pusat kesenian saat itu. Para pelukis beraliran Impresionis maupun post-Impresionis beramai-ramai menggunakan semangat, teknik ataupun efek teknik Ukiyo-e dalam berkarya. Di Eropa banyak pula seniman yang menggunakan media ini untuk berkarya serta menyuarakan pandangan sosial politiknya. Sebut saja Kathe Kolwitz yang begitu tajam dalam menggambarkan pergolakan politik di negaranya.Begitu pula di Indonesia. Cukil kayu sering berfungsi sebagai alat untuk memotret kondisi sosial,moral-politik yang ada. Penggunaan media cukil kayu pernah mengalami masa keemasannya ketika media ini diusung oleh Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi yang berbasiskan mahasiswa-mahasiswa ISI (Institut Seni Indonesia).

SUMBER: http://oemahgores.blogspot.com/2013/03/cukilxylography.html

13 ALIRAN SENI LUKIS

1. Lukisan Naturalisme
Lukisan naturalisme di dalam seni rupa merupakan usaha untuk menampilkan objek realistis dengan penekanan pada suasana alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari gerakan Realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan Romantisme dan aliran ini mirip dengan fotografi.
2. Lukisan Realisme
Lukisasn realisme,di dalam Seni Rupa adalah usaha untuk menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.Perupa realis selalu berusaha menampilkan kehidupan sehari-hari dari karakter, suasana, dilema, dan objek, untuk mencapai tujuan Verisimilitude (sangat hidup).
3. Lukisan Romantisme
Lukisan romantisme adalah aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran romantisme ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Seperti tentang perjuangan, tragedi, cinta kasih. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonia.
4. Lukisan Surrealisme
Lukisan surrealisme kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya.melukiskan suasana yang mencekam lengang menakutkan serta hal-hal yang fantastis.
5. Lukisan Impresiolisme
Lukisan impresionisme ini berusaha menampilkan kesan yang di tangkap dari objek .berdasarkan kesan cahaya. Yang menjadi masalah dalam hal teknik adalah Sebagian kaum impresionis sangat mementingkan warna yang di timbulkan oleh bias cahaya,hasilnya berupa gambar yang tampak melebur cerah.
6. Lukisan Ekspresiesme
Lukisan ekspresiesme ini berusaha menampilkan emosional atau sensasi dari dalam di hubungkan dengan tragedi atau apa yang terjadi. kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional.Melukis berdasarkan luapan emosi dengan wujud coretan,garis atau sapuan warna secara spontan.
7. Lukisan Kubisme
Lukisan kubisme adalah aliran lukisan yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.
8. Lukisan Dadaisme
Lukisan dadaisme ini memiliki ciri khas seperti seni yang tidak mau ilusi atau ketiadaan ilusi. Yang kemudian diungkapkan dalam bentuk main-main, secara sederhana dan kekanak-kanakan.
9. Lukisan Futurisme
Lukisan futurisme menggambarkan objek lukisan yang terlihat seperti bergerak .Suatu objek digambarkan beberapa kali secara sama,secara perspektif.
10. Lukisan Abstrak
Lukisan abstrak adalah salah satu jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan obyek dalam dunia asli, tetapi menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-representasional. Unsur yang dianggap mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan unsur bentuk yang dikurangi porsinya.Hasilnya berupa komposisi garis,bidang,warna dan unsur-unsur lainya.
11. Lukisan Klasikisme/Lukisan Dekoratif
Lukisan klasikisme ini berkembang pada abad 19 di Perancis. Ciri-ciri seni klasikisme antara lain  dibuat-buat dan berlebihan, indah dan molek,dekoratif. Aliran klasikisme mengacu pada kebudayaan Yunani Klasik dan Romawi Klasik.
12. Lukisan Pointilisme
Lukisan pointilisme adalah gaya melukis dengan menggunakan sentuhan titik hingga membentuk sebuah objek gambar dan jika dilihat dari jarak tertentu bias memperlihtakan lukisan yang bersifat realistik,ekspresik dan artistik.
13. Lukisan Kontemporer
Lukisan kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini; jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Mengutamakan kebebasan berekspresi,dinamis dan tidak terikat aturan.teknologi masa kini dipadukan dengan seni merupakan ciri khas aliran kontemporer.
SUMBER: http://choirunsholeh.com/lukisan-dengan-beragamnya-jenis-aliran-seni-lukis/

Senin, 09 Juni 2014

THE HANGOVER PART III




“The Hangover Part III” has a high body count for a "comedy", and not all the victims are human. Among the dead, I counted four people, two dogs, a giraffe and a flock of crazed, cannibalistic, cocaine-addicted cocks. Detailing the human casualties may count as a spoiler, so I’ll focus on the critters: The roosters are blown away, tossed out of windows, and smothered with a pillow. The dogs are poisoned with Demerol. Because you’ve seen the trailers and the commercials, you already know what happens to the poor giraffe owned by Alan (Zach Galifianakis), one of the franchise's recurring characters. What you may not know is that none of this violence is funny, not even when Mr. Chow (Ken Jeong) comments on the animal cruelty by asking Stu (Ed Helms), “What? You’re PETA now?”


“The Hangover Part III” is the second unnecessary sequel to 2009's "The Hangover."  It was preceded by the reprehensible “The Hangover Part II,” which catered to its scared, straight white male audience’s baser instincts and made even more money than the original. This one opens with two holes, one in a prison wall and the other in the windshield of a moving car. The first hole is made by Leslie Chow, who must have seen “The Shawshank Redemption.” The second is made by the giraffe, causing a massive freeway accident. Both affect the Wolfpack, the group consisting of Alan, Stu, Alan’s brother-in-law, Doug (Justin Bartha) and group leader Phil (Bradley Cooper). After Alan’s highway mishap inadvertently kills someone, his mother and sister stage an intervention to get him sent away for psychiatric treatment. His Wolfpack buddies offer to drive him there. En route, they run afoul of Marshall (John Goodman), an incredibly pissed off thief looking for Chow. Marshall wants the $23 million in gold bricks Chow stole from him, and has reason to believe the escaped Chow will connect with his prison pen pal, Alan. Marshall sends three of the Wolfpack members to find Chow, keeping Doug as collateral.
The Wolfpack take a detour to Tijuana looking for Chow, but “The Hangover Part III” eventually returns them to the scene of their crimes in the original film: Las Vegas. During the journey, director Todd Phillips and company acknowledge the previous installments with cameos, lines of dialogue and visual cues. I found these to be hollow attempts at catering to hardcore fans of the series, but your mileage may vary. Heather Graham, Mike Epps and the smoking monkey (the best thing about “Hangover 2”) return briefly. Only the monkey emerges unscathed, and she doesn’t even get a loosey to smoke.

The main focus this time is on Alan and Chow, two characters who are better in small doses. Chow is a violent, drug-fueled madman who veers dangerously close to Asian coonery. Alan is a selfish prick whose charm passed its expiration date two movies ago. Both cause death and destruction wherever they go, but while the Wolfpack’s interaction with Chow is always under duress, there is no reason for them to continue associating with Alan. When Stu tells the group “We’re stuck with [Alan]. We’re gonna spend the rest of our lives with him because we’re all he has now,” it isn’t a poignant declaration of love for a friend. It’s a death sentence. The press materials claim that “Hangover” fans would love to have Alan as a friend, which is either a testament to the success of Galifianakis’s brand of comedy or some warped form of fanboy Stockholm Syndrome.
 “The Hangover Part III” plays more like a caper film — “Alan’s Eleven,” perhaps — than a comedy. While Phillips ably handles the action sequences, he and co-screenwriter Craig Mazin can’t juggle both genres in the screenplay. While a scene atop Caesars Palace generates some suspense (and a rare moment of sympathy for Alan), I had to wait until halfway through the closing credits for my first, and only, laugh. I wouldn’t dream of spoiling it for you, except to say it involves the character I enjoyed most in the first “Hangover,” the high-strung, constantly violated Stu.

John Goodman is squandered in his few scenes as Marshall. The trailers led me to believe this was some kind of riff on Walter from “The Big Lebowski,” but Goodman plays the character completely straight. When the Wolfpack interacts with him, it’s as if they’re placing a call to a different movie. It’s not Goodman’s fault; Marshall needed more of a Christopher Walken–style quirkiness to fit into the "Hangover" universe. On the opposite side of the spectrum is Jeong’s Chow, who is so over-the-top he loses all menace. Jeong can be very funny (he’s the best part of “Role Models,” for example) but, like Galifianakis, he’s repeatedly typecast.

The other actors don’t fare much better. Cooper looks bored, as if he’d rather be trying to earn more Oscar nominations. Helms gets the film’s biggest laugh, but it has more to do with a sight gag than his acting. Melissa McCarthy's cameo aims to soften Alan’s grating personality, but you’ve seen most of her performance in the trailer; her appearance made me long for a better comedy, perhaps starring her and John Goodman as criminals on the lam. 
Phillips says this is the final installment in the franchise, but I don’t believe him; if audiences make this one a huge hit, there will be “The Hangover Part IV.” It may simply consist of the Warner Bros. logo and 90 minutes of blank screen, but it’ll get made. And it’ll gross $100 million opening weekend.
Reference :